![]() |
| baru selesai sidang seminar nih :)) |
Satu tahun lamanya setelah mata kuliah Jurnalistik
Sastra berakhir, hampir tidak pernah lagi aku membuka Microsoft Word
untuk menumpahkan semua yang aku pikirkan kedalam sebuah tulisan,
kecuali untuk membuat skripsi. Tengah malam ini, aku merasakan sesuatu
yang sudah memuncak dan meledak-ledak dipikiranku. Ya, betapa aku amat
sangat merindukan sahabat-sahabatku yang aneh bin ajaib itu!
Semenjak 3 bulan yang lalu, kami sudah jarang
sekali bertemu. Berada di dekat mereka, adalah hal yang paling
membahagiakan dalam hidup. Sahabat itu menyeimbangkan kehidupan, tanpa
kehadirannya, seperti kehilangan arah. Seperti yang kurasakan saat ini,
aku merasa seperti tidak seimbang dan kehilangan arah. Aku yang biasanya
selalu menceritakan hal apapun kepada sahabat-sahabatku, sekarang tidak
lagi bisa. Kami memang tetap berkomunikasi melalui sosial media ataupun
media lainnya, tapi tetap berbeda rasanya dengan bertatap muka
langsung. Yang aku butuhkan hanyalah bertemu dengan mereka, melihat
langsung perubahan-perubahan yang terjadi pada mereka selama kami tidak
bertemu, bercanda, tertawa terbahak-bahak bersama, makan bersama dan
saling berebut makanan, menceritakan lelucon-lelucon yang paling garing
sekalipun, bahkan hanya sekedar berebut untuk tidur-tiduran di paha
salah seorang diantara kami. Aku merindukan saat-saat itu!!!
![]() |
| shooting video clip wali "Hidup dan Matiku" |
Inilah kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan
setelah lulus kuliah, dimana kami menjadi “Pengacara” (pengangguran
banyak acara) hahaha. Mengapa setelah lulus untuk mendapatkan pekerjaan
begitu susah ya? Padahal sewaktu masih kuliah banyak sekali tawaran
kerja menghampiri, sempat mencoba bekerja dan cuti kuliah. Ternyata pada
saat itu aku memang belum siap untuk bekerja. Hari pertama bekerja,
pada saat jam makan siang aku mengurung diri di ruanganku, dan aku
menangis sejadi-jadinya karena ternyata pekerjaannya tidak sesuai yang
aku harapkan. Aku curhat habis-habisan kepada sahabatku, aku tidak betah
walau hanya satu hari di sana. Aku merengek kepada orang tua ku untuk
kembali berkuliah dan menjalani masa-masa peralihan menuju dewasa
bersama sahabat-sahabatku di kampus. Akhirnya aku mengundurkan diri dari
pekerjaan itu, hanya satu bulan aku bisa bertahan di sana. Saat ini,
aku telah mengirimkan entah sudah berapa puluh buah lamaran ke
perusahaan ini dan perusahaan itu, tapi belum ada panggilan interview.
Sebenarnya sih ada beberapa kali, tapi di waktu yang tidak tepat dan
pekerjaan yang tidak sesuai denganku.
Aaaaarrgghh… betapa menyeramkannya tiap hari berada
di rumah. Beban yang berat sebagai anak pertama dan perempuan
satu-satunya dalam keluarga yang sudah menjadi sarjana dan belum
mempunyai pekerjaan. Setiap pagi sampai siang aku sendirian di rumah,
karena adik-adikku sekolah, papa kerja dan mama menjalankan bisnisnya di
luar rumah. Aku kesepian. Aku tidak mempunyai teman di sekitar rumahku,
karena anak-anak mereka tidak ada yang seumuran denganku. Eh, ada sih
satu orang, dia temanku sewaktu SMP, tapi dia kuliah di Bandung dan
jarang sekali pulang. Fix, aku tidak punya teman. Terlebih lagi pacarku
jauh di Jakarta, susah sekali ketika tiba-tiba ingin bertemu. Aku
benar-benar kesepian di rumah. Aku bosan dengan rutinitas menjadi “Kakak
Rumah Tangga Yang Baik”, memang itu tugas utamaku sebagai seorang
perempuan. Tapi adakalanya juga aku jenuh dengan semua pekerjaan itu.
Aku butuh refreshing!!! Aku butuh suasana baru!!! Aku butuh kegiatan
baru!!! Aku sudah berusaha mendapatkan pekerjaan, tapi kalau memang
belum rezekiku ya mau bagaimana lagi? Aku sudah menyetujui saran orang
tuaku untuk kursus bahasa Inggris lagi, tapi kursus baru dimulai awal
Januari 2013. Aku ingin main ke sana ke mari, tapi gerakku dibatasi oleh
orang tuaku, khususnya mama :(
![]() |
| dari kiri : Miss Komunikasi (iby), Miss Kepo (myla), Miss Alay (gue haha), Miss Copas (ida), Miss Sedot (Rita), Miss lebay dan sotoy (nofi/kaka) |
Saat tidak ada lagi yang bisa aku lakukan,
satu-satunya senjataku sebagai wanita ya hanyalah menangis. Mendengarkan
lagu sedih agar semua perasaan-perasaanku yang selama ini terpendam
bisa keluar, agar tidak ada lagi ganjalan dihatiku. Melihat foto-foto
bersama sahabat-sahabatku dari awal kami masih menjadi mahasiswa baru
yang senangnya cuma jalan-jalan, makan, nonton dan foto-foto dimanapun
kami berada, membuatku tangisku semakin jadi. Aku tidak pernah merasa
sekangen ini kepada mereka seperti saat ini. Mungkin karena beberapa hal
yang menekan pikiranku, aku jadi seperti ini. aku sangaaaaatt
merindukan sahabat-sahabat ajaibku :’)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar