Rabu, 19 Desember 2012

Sahabat-sahabat Ajaibku :')

baru selesai sidang seminar nih :))
Satu tahun lamanya setelah mata kuliah Jurnalistik Sastra berakhir, hampir tidak pernah lagi aku membuka Microsoft Word untuk menumpahkan semua yang aku pikirkan kedalam sebuah tulisan, kecuali untuk membuat skripsi. Tengah malam ini, aku merasakan sesuatu yang sudah memuncak dan meledak-ledak dipikiranku. Ya, betapa aku amat sangat merindukan sahabat-sahabatku yang aneh bin ajaib itu!

Semenjak 3 bulan yang lalu, kami sudah jarang sekali bertemu. Berada di dekat mereka, adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup. Sahabat itu menyeimbangkan kehidupan, tanpa kehadirannya, seperti kehilangan arah. Seperti yang kurasakan saat ini, aku merasa seperti tidak seimbang dan kehilangan arah. Aku yang biasanya selalu menceritakan hal apapun kepada sahabat-sahabatku, sekarang tidak lagi bisa. Kami memang tetap berkomunikasi melalui sosial media ataupun media lainnya, tapi tetap berbeda rasanya dengan bertatap muka langsung. Yang aku butuhkan hanyalah bertemu dengan mereka, melihat langsung perubahan-perubahan yang terjadi pada mereka selama kami tidak bertemu, bercanda, tertawa terbahak-bahak bersama, makan bersama dan saling berebut makanan, menceritakan lelucon-lelucon yang paling garing sekalipun, bahkan hanya sekedar berebut untuk tidur-tiduran di paha salah seorang diantara kami. Aku merindukan saat-saat itu!!!
shooting video clip wali "Hidup dan Matiku"

Inilah kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan setelah lulus kuliah, dimana kami menjadi “Pengacara” (pengangguran banyak acara) hahaha. Mengapa setelah lulus untuk mendapatkan pekerjaan begitu susah ya? Padahal sewaktu masih kuliah banyak sekali tawaran kerja menghampiri, sempat mencoba bekerja dan cuti kuliah. Ternyata pada saat itu aku memang belum siap untuk bekerja. Hari pertama bekerja, pada saat jam makan siang aku mengurung diri di ruanganku, dan aku menangis sejadi-jadinya karena ternyata pekerjaannya tidak sesuai yang aku harapkan. Aku curhat habis-habisan kepada sahabatku, aku tidak betah walau hanya satu hari di sana. Aku merengek kepada orang tua ku untuk kembali berkuliah dan menjalani masa-masa peralihan menuju dewasa bersama sahabat-sahabatku di kampus. Akhirnya aku mengundurkan diri dari pekerjaan itu, hanya satu bulan aku bisa bertahan di sana. Saat ini, aku telah mengirimkan entah sudah berapa puluh buah lamaran ke perusahaan ini dan perusahaan itu, tapi belum ada panggilan interview. Sebenarnya sih ada beberapa kali, tapi di waktu yang tidak tepat dan pekerjaan yang tidak sesuai denganku.

Aaaaarrgghh… betapa menyeramkannya tiap hari berada di rumah. Beban yang berat sebagai anak pertama dan perempuan satu-satunya dalam keluarga yang sudah menjadi sarjana dan belum mempunyai pekerjaan. Setiap pagi sampai siang aku sendirian di rumah, karena adik-adikku sekolah, papa kerja dan mama menjalankan bisnisnya di luar rumah. Aku kesepian. Aku tidak mempunyai teman di sekitar rumahku, karena anak-anak mereka tidak ada yang seumuran denganku. Eh, ada sih satu orang, dia temanku sewaktu SMP, tapi dia kuliah di Bandung dan jarang sekali pulang. Fix, aku tidak punya teman. Terlebih lagi pacarku jauh di Jakarta, susah sekali ketika tiba-tiba ingin bertemu. Aku benar-benar kesepian di rumah. Aku bosan dengan rutinitas menjadi “Kakak Rumah Tangga Yang Baik”, memang itu tugas utamaku sebagai seorang perempuan. Tapi adakalanya juga aku jenuh dengan semua pekerjaan itu. Aku butuh refreshing!!! Aku butuh suasana baru!!! Aku butuh kegiatan baru!!! Aku sudah berusaha mendapatkan pekerjaan, tapi kalau memang belum rezekiku ya mau bagaimana lagi? Aku sudah menyetujui saran orang tuaku untuk kursus bahasa Inggris lagi, tapi kursus baru dimulai awal Januari 2013. Aku ingin main ke sana ke mari, tapi gerakku dibatasi oleh orang tuaku, khususnya mama :(

dari kiri : Miss Komunikasi (iby), Miss Kepo (myla), Miss Alay (gue haha), Miss Copas (ida), Miss Sedot (Rita), Miss lebay dan sotoy (nofi/kaka)
Saat tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, satu-satunya senjataku sebagai wanita ya hanyalah menangis. Mendengarkan lagu sedih agar semua perasaan-perasaanku yang selama ini terpendam bisa keluar, agar tidak ada lagi ganjalan dihatiku. Melihat foto-foto bersama sahabat-sahabatku dari awal kami masih menjadi mahasiswa baru yang senangnya cuma jalan-jalan, makan, nonton dan foto-foto dimanapun kami berada, membuatku tangisku semakin jadi. Aku tidak pernah merasa sekangen ini kepada mereka seperti saat ini. Mungkin karena beberapa hal yang menekan pikiranku, aku jadi seperti ini. aku sangaaaaatt merindukan sahabat-sahabat ajaibku :’)